Liputan6.com, Jakarta Pakar keuangan sepak bola Stefan Borson menyangsikan Manchester United bakal bisa mendanai pembangunan stadion yang mereka usulkan belum lama ini.
Sebagaimana diketahui, manajemen MU telah meluncurkan rencana untuk membuat stadion anyar berkapasitas 100.000 tempat duduk dengan perkiraan biaya mencapai 2 miliar poundsterling.
Baca Juga
Setelah selesai dibangun, para penggawa Setan Merah harapannya bisa meninggalkan Old Trafford dan pindah ke markas baru tersebut.
Advertisement
Pihak Manchester United juga diklaim berencana membangun kembali area di sekitar stadion. Proyek mereka bahkan telah dijuliki sebagai ‘Wembley Utara’ setelah acara peluncurannya dilangsungkan di London.
Akan tetapi, proyek ambisius MU ini rupanya ditanggapi dengan keraguan oleh pakar finansial sepak bola Stefan Borson. Dia menilai proyek itu terlalu sulit, mengingat sampai sekarang hampir tak ada stadion di dunia yang memiliki 100.000 kursi.
“Saya pikir itu adalah proyek yang sulit. Hampir tidak ada stadion di dunia dengan 100.000 kursi,” ujar Borson, dilansir dari laporan talkSPORT.
“Ada alasan mengapa (stadion) cenderung punya batasan jumlah kursi yang bisa diisi orang, dan biasanya itu dilakukan karena tidak ekonomis (jika kapasitas terlalu besar),” tambahnya.
Segera bergabungnya Sir Jim Ratcliffe sebagai investor baru Manchester United langsung memberi dampak instan. Ratcliffe begitu ditakuti pengurus MU saat ini. Banyak yang harus pergi dengan kedatangan Ratcliffe.
Sulit Didanai oleh Manchester United
Lebih lanjut, Stefan Borson juga menggarisbawahi proyek tersebut amat sulit didanai jika melihat situasi Manchester United saat ini.
Sir Jim Ratcliffe sebenarnya sudah memperoleh dukungan pemerintah untuk menggarap proyek stadion baru, tetapi hal itu tetap tak bisa menjadi jaminan sebab belum diketahui berapa jumlah pendanaan yang didapat.
“Itu adalah proyek yang, jika dilihat sepintas, tampak sangat-sangat sulit untuk didanai oleh Manchester United dalam kondisi saat ini,” kata Borson lagi, dinukil dari talkSPORT.
“Mereka bukan pesulap. Pada akhirnya, kita tetap harus punya kearifan finansial untuk membangun proyek senilai 2 sampai 3 miliar poundsterling yang juga menghasilkan keuntungan,” tambahnya.
Advertisement
Ambisi MU Dipertanyakan
Sementara itu, Manchester United sebelumnya juga diklaim berambisi meningkatkan ekonomi Inggris hingga 7,3 miliar poundsterling berkat pembangunan kembali area Trafford Park.
Target tersebut lagi-lagi dipertanyakan oleh Borson sebab Manchester United kini jadi punya PR menggaet lebih dari 20.000 turis asing guna memenuhi stadion barunya serta menginap di area sekitar agar bisa mencapai target ekonomi yang mereka sebutkan.
“Ketika kita membahas klaim meningkatkan ekonomi hingga 7,3 miliar poundsterling dari proyek ini, kenyataannya adalah hampir semua hal tersebut bergantung pada siapa saja yang bisa kita gaet dari luar negeri? Turis mana yang bisa kita datangkan untuk mengisi tambahan 25.000 kursi (di stadion baru?” ujar Stefan Borson.
“(Diharapkan) para penggemar yang datang akan menginap di Manchester atau wilayah lain di Inggris lalu mereka menghabiskan tiga, empat, atau bahkan lima kali lipat pengeluaran dibanding suporter lokal.”
“(Namun) bisakah kita mendapat 25.000 turis setiap minggunya, sehingga bakal menghasilkan revenuw miliaran poundsterling untuk Inggris? Begitulah modelnya.”
“Entah ini akan berhasil atau tidak, kita belum tahu. Namun bahkan dengan itu, saya tetap belum bisa melihat bagaimana mereka mendanai proyek stadion 2 miliar poundsterling tersebut,” tandas Borson, dikutip dariĀ talkSPORT.